Rabu, 10 Oktober 2012

Thanks for the mammogram

Aku menemukan buku ini secara tidak sengaja.Ketika jalan2 di suatu mall....diantara tumpukan buku2 yang diobral....15 rb dapat 2 !!!Waahh murah amaaatttt....Langsung deh ngubek2....nyari apa yaaa yg menarik?Akhirnya kupilih novel Freya Valkrye(novel lama siiih...)dan ini.

Penasaran dengan hal2 yang berkaitan dengan kanker payudara.Sebab ibuku,bude ku,tanteku,meninggal karena penyakit ini.Beberapa orang ada yg mengatakan kalo ini penyakit turunan(waah,mesti hati2 nih),tapi ada juga yang mengatakan yang sebaliknya.Jadi,mana yang benar ??

Menurut buku ini,humor dapat memberi kesembuhan di tengah2 situasi yang mengerikan.Hmm....perlu dibaca nih.Apalagi dalam beberapa tahun terakhir...kupikir aku makin jarang tertawa ya???Sampai lupa,bagaimana sih caranya tertawa yang baik dan benar???

Ada banyak kejadian yg begitu traumatis,dilematis,fantastis(halah...),sehingga membuatku lebih banyak merenung daripada tertawa.Puncak2nya ketika menemani ibu melewati masa2 sakitnya.Sangat memukul batin ketika pernah melihatnya di saat2 terbaiknya....hingga kala itu menyaksikan begitu mengkhawatirkannya ibu di saat2 terakhirnya.Dengan tubuh yang amaaaatt sangggaat kurus...seperti tubuh orang2 yg kelaparan di suatu negara,yang dulunya cuma kulihat di tv....terbujur diam diatas tempat tidur.Bahkan untuk memiringkan badan saja tak sanggup,perlu dibantu.

 Karena tidak dapat melakukan hal apapun sendirian, maka ibu memegang bel pintu di tangannya.Kalo butuh apa2 tinggal pencet....ntar diambilkan apa yang dibutuhkan.

Hari2ku banyak kuhabiskan di rumah nungguin ibu.Kerja pun terpaksa berhenti.Karena sebentar2 bel bunyi...ting tong....minta dipijitin....ting tong....laper,disuapin....ting tong,pup....dgantiin.Dulu waktu aku bayi ibu yang merawatku.Sekarang saatnya aku yang merawat ibu semampuku.Tentu aja aku nggak sendiri.Gantian sama kakak...ada juga perawat yang datang tiap pagi dan sore.

Menemaninya di saat terakhir.....mendengar pesan2 terakhirnya,membuatku sedih.Terkadang ada juga rasa kesal di hati.Begitu banyak obat yang dimasukkan ke tubuhnya...kami semua juga sudah berupaya merawatnya sedemikian rupa.Kenapa ibu tidak sembuh2???Aku sungguh ingin melihatnya sembuh lagi...ceria lagi....jalan2 lagi....seperti dulu.Aku sungguh tidak siap kalau dia harus meninggalkanku sekarang.Tidak.Tapi ibu sepertinya tidak mengerti...tetap saja berkata...
`Nak,dompet ibu kamu yang pegang ya....Ibu udah nggak butuh...kamu yg nggak punya uang,jadi uang ini ibu kasih ke kamu.`
Aku diam....mana tegaaaa aku ngambil dompetnya meski ibu bilang udah gak butuh lagi.

Terus saja ibu menambahi pesan2nya.
`Ntar perhiasan ibu dibagi 3 ya...kamu,kakakmu,dan adikmu sisain cincin buat istrinya.`
Aku bilang,`Ibu jangan ngomong begitu...`... airmataku jatuh.
Aku pengen ibu sehat lagi.Dan yang aneh,ibu juga berpesan pada kakakku seperti ini,
`Besok senin,di rumah ini ada tahlilan....nasi kotaknya dibikin yang bagus ya,jangan bikin malu ibu.`
 Tentu saja kakakku heran...orang nggak ada rencana bikin acara tahlilan,pengajian,or semacamnya.

Dan ketika saatnya tiba.Senin pagi jam 6.30........semua orang dipanggil ke kamar ibu.Adekku,aku,kakakku,ayah...gantian mijitin.Aku heran,kenapaaaa badan ibu panas dingin?Kakinya dingin sekali...tapi tangannya panas sekali.Tapi aku gak bisa lama2,ada urusan sebentar keluar.

Setengah jam kemudian aku nyampe rumah.Lho,kok banyak orang yyaaa????Ada kursi2 juga???gawat.....Orang2 pada ngliatin aku dengan simpati.Aku langsung lari ke kamar ibu,dan mendapati tubuhnya tertutup kain batik/jarik.Kok ibu nggak nunggu aku siiihh???

Seharian itu banyak orang berdatangan.Aku cuma diam termenung nggak percaya,sesekali menitikkan airmata.Aku sungguh nggak percaya.Ternyata benar apa yang dikatakan ibu,hari senin memang ada tahlilan!








Tidak ada komentar:

Posting Komentar